Rangkuman Materi IPA SMP/MTs Kelas 9 Kurikulum 2013 Tentang Pewaris Sifat

Bismillah...

Sahabat baiq, Alhamdulillah pada masa pandemi ini kita masih diberikan kesehatan dan kesempatan untuk bisa terus belajar dan mempelajari berbagai ilmu pengetahuan meski dalam kondisi yang tidak seperti biasanya. Dalam kondisi apa dan bagaimanapun, semoga semangat belajar kita terus menggebu, sehingga kelak kita  menjadi orang yang beramal dengan ilmu yang benar.

Baiklah sahabat baiq, kali ini kembali saya akan berbagi tentang Rangkuman Materi IPA Kelas 9 SMP/MTs K-13 yaitu tentang Pewaris Sifat. Selamat dan semangat belajar!

Rangkuman Materi

PEWARIS SIFAT

A. Proses dan Hasil Pewarisan Sifat

  • Gen : Faktor pembawa sifat keturunan
  • Setiap gen menduduki tempat tertentu dalam kromosom yang dinamakan lokus gen.
Perhatikan gambar struktur Gen di bawah ini:


1). Kromosom

Kromosom ada 2 jenis, yaitu:
a) Autosom (Kromosom tubuh)
b) Gomosom (kromosom seks)
Perhatikan gambar bagan jumlah kromosom pada mausia di bawah ini:








Struktur Kromosom:

  1. Sentromer
  2. Lengan
Berikut ini adalah gambar macam-macam kromosom berdasarkan letak sentromer









2). DNA dan RNA

DNA adalah singkatan dari deoxyribonucleic acid, yaitu rantai molekul yang berisi materi genetik yang khas pada setiap orang. Sedangkan RNA adalah singkatan ribonukleat acid yang merupakan salah satu materi genetik yang terdiri dari nukleotida. Dalam tubuh manusia RNA berperan sebagai pembawa informasi genetik dan menerjemahkannya dalam sintesis berbagai macam protein.
Berikut ini adalah gambar perbedaan struktur penyusun DNA dan RNA.














B. Hukum Pewaris Sifat

1) Percobaan Mendel

Penelitian Mendel ini dikenal dengan Hukum Mendel atau Hukum Pemisahan Gen. Mendel melakukan percobaan menggunakan kacang ercis (Pisum sativum).
Kacang ercis memiliki beberapa kelebihan dibandingkan tanaman yang lain, yaitu:
  1. Kacang ercis memiliki pasangan yang sifatnya kontras (biji bulat dengan biji keriput).
  2. Dapat melakukan penyerbukan sendiri.
  3. Mudah disilangkan.
  4. Memiliki daur hidup yang pendek sehingga untuk menghasilkan satu generasi tidak memerlukan waktu yang lama.
  5. Bisa menghasilkan keturunan yang banyak.























Hasil percobaan Mendel pada kacang ricis bisa dilihat pada gambar berikut in

Ada dua macam hukum Mendel, yakni Hukum Mendel I dan Hukum Mendel II.
Hukum Mendel 1 : 
Setiap sifat suatu makhluk hidup ditentukan oleh sepasang faktor dalam yang letaknya berpasangan di dalam kromosom homolog.
Hukum Mendel 2:
Pada saat pembentukan sel gamet, beberapa alel yang berbeda yang berada pada kromosom yang bukan homolognya akan berpasangan atau mengelompok secara bebas.

2) Persilangan Monohibrid dan Dihibrid

Persilangan monohibrid adalah perkawinan silang yang melibatkan satu faktor sifat beda. Sedangkan persilangan dihibrid adalah persilangan yang melibatkan dua sifat bebeeda sekaligus.
Cara Penurunan Sifat:
  • Sifat beda yang diturunkan induk kepada keturunannya ditulis dengan simbol huruf.
  • Satu huruf menyatakan sifat yang didapat dari salah satu induknya, sedangkan sepasang huruf menyatakan sifat beda dari kedua induknya.
cara penurunan sifat dapat digambarkan sebagai berikut:

C. Kelainan dan Pewarisan Sifat pada Manusia

1) Kelainan Sifat Menurun pada Manusia

a) Albino
  • Penderita albino mempunyai gangguan pada pembentukan pigmen melanin, sehingga rambut dan kulitnya berwarna putih. 
  • Penglihatan penderita albino juga sangat peka terhadap cahaya. 
  • Sifat albino dikendalikan oleh gen resesif a, sedangkan alelnya gen A menentukan sifat yang normal.
  • Penderita albino mempunyai genotipe aa, sedangkan orang yang normal mempunyai fenotipe AA atau Aa.
b) Kencing Manis (Diabetes Militus)
  • Merupakan suatu penyakit metabolisme pada tubuh manusia yang disebabkan karena pankreas kurang menghasilkan insulin.
  • Penyakit kencing manis dapat membahayakan jiwa penderitanya, misalnya dapat mengakibatkan luka sukar disembuhkan.
c) Buta Warna
  • Gen buta warna terpaut pada kromosom X dan bersifat resesif (c). 
  • Gen normal (C) bersifat dominan terhadap gen buta warna (c). 
  • Gen buta warna akan berpengaruh dan menyebabkan buta warna ketika tidak bersama dengan gen normal (C). 
d) Hemofilia
  • Merupakan penyakit  keturunan yang menyebabkan darah sukar membeku ketika terjadi luka, disebabkan karena tidak adanya faktor pemneku darah.
  • Hemofilia diwariskan melalui kromosom X dengan gen penyebab hemofilia yang bersifat resesif. 
  • Gen hemofilia (h) bersifat resesif terhadap gen normal (H).
e) Jari Lebih (Polidaktili)
Penderita polidaktili mempunyai jari tangan atau jari kaki (atau jari tangan dan kaki) lebih dari 5.

2) Golongan Darah

a) Sistem ABO
Golongan darah sistem ABO ditentukan oleh ada tidaknya antigen (aglutinogen) dan antibodi (aglutinin) dalam sel darah.
Kandungan Aglutinin dan Aglutinogen dalam Golongan Darah dapat dilihat pada gambar tabel berikut ini:







Adapun Fenotipe dan Genotipe Golongan Darah Sistem ABO, dapat dilihat pada gambar tabel di bawah ini:








b) Sistem MN
  • Penggolongan darah MN didasarkan pada ada tidaknya antigen dalam sel darah merah seseorang.
  • Menurut para ahli, golongan darah MN ditentukan oleh gen yang mengandung dua alel. 
  • Satu alel menentukan faktor M dan yang lainnya menentukan faktor N.
Fenotif dan Genotife golongan darah sistem MN dapat dilihat pada gambar tabel berikut ini:







c) Sistem Rhesus
  • Golongan darah ini dipengaruhi oleh ada tidaknya faktor rhesus (antigen Rh) pada sel darah seseorang. 
  • Seseorang yang mengandung antigen Rh pada eritrositnya disebut Rh+ (rhesus positif). 
  • Sedangkan, yang tidak mempunyai antigen rhesus disebut Rh– (rhesus negatif).
Genotipe dan Fenotipe golongan darah sistem Rhesus dapat dilihat pada gambar tabel berikut:






D. Penerapan Hereditas Manusia pada Pemuliaan Makhluk Hidup 

  • Ilmu pewarisan sifat atau genetika dimanfaatkan khususnya dalam usaha untuk mengembangbiakkan hewan atau tumbuhan yang memiliki sifat-sifat unggul. 
  • Teknik yang biasa dipakai untuk menghasilkan hewan atau tumbuhan yang memiliki sifat unggul disebut rekayasa genetika.
Rekayasa genetika: suatu teknik untuk mengubah gen makhluk hidup agar makhluk hidup tersebut memiliki sifat unggul.
  • Di bidang pertanian : bibit padi dan bibit kelapa unggul.
  • Di bidang peternakan :  bibit hewan ternak seperti ayam, sapi, dan kuda. 
  • Di bidang kedokteran : ditemukan cara untuk mencegah agar keturunan seseorang tidak memiliki penyakit atau cacat bawaan.
Sifat-sifat unggul pada Hewan dan Tanaman
a) Sifat-sifat unggul pada hewan
  1. Tidak mudah terserang penyakit. 
  2. Pemeliharaannya mudah. 
  3. Pada jenis hewan yang menghasilkan daging mutu baik. 
  4. Pada unggas yang menghasilkan telur banyak dengan mutu baik. 
  5. Umur pendek, tapi cepat diperoleh hasil. 
  6. Mudah dan cepat dikembangbiakkan. 
  7. Dapat menyesuaikan dengan lingkungan yang tidak menguntungkan.
b) Sifat-sifat unggul pada tanaman
  1. Tidak mudah terserang hama dan penyakit tanaman. 
  2. Pemeliharaannya mudah. 
  3. Mudah tumbuh di kondisi yang tidak menguntungkan. 
  4. Mempunyai umur pendek dan cepat dipanen. 
  5. Batang dan ranting dapat tumbuh dengan kokoh. 
  6. Dapat menghasilkan buah yang bermutu tinggi (rasa manis, besar, banyak, dan tidak berbiji). 
  7. Mudah untuk dikembangbiakkan.

E. Kelangsungan Makhluk Hidup

1) Adapatasi

a) Adaptasi Morfologi
  • Tumbuhan (xerofit, hidrofit, higrofit)
  • Hewan (bentuk paruh burung, alat gerak hewan, dll)

b) Adaptasi Fisiologi (Penyesuaian terhadap suhu)
c) Adaptasi Tingkah laku (berhubungan dengan sosial dan perlindungan)

2) Seleksi Alam

Seleksi alam adalah Kemampuan alam untuk menyaring terhadap semua organisme yang hidup di dalamnya, dimana hanya organisme yang mampu menyesuaikan diri terhadap lingkungannya yang akan selamat, sedangkan yang tidak mampu menyesuaikan diri akan mati atau punah. 
Salah satu contoh seleksi alam misalnya yang terjadi pada ngengat Biston betularia. 
  • Sebelum terjadi revolusi industri di Inggris, udara masih bersih dan belum tercemar asap industri. 
  • Biston betularia putih jumlahnya lebih banyak daripada ngengat Biston betularia hitam. 
  • Revolusi industri mengakibatkan udara di Inggris menjadi gelap oleh asap dan debu industri, sehingga Biston betularia putih mudah ditemukan oleh pemangsanya. 
  • Populasi Biston betularia putih menurun karena tidak dapat beradaptasi dengan lingkungan. 
  • Peristiwa ini menyebabkan jumlah ngengat Biston betularia putih berkurang, dan menjadi lebih sedikit daripada Biston betularia hitam. 

3) Kepunahan Organisme

a) yang disebabkan oleh alam (punahnya dinosaurus)
b) yang disebabkan oleh manusia (perburuan, pembakaran hewan, penebangan poho dll) 

Demikian ulasan tentang rangkuman materi IPA SMP/MTs kelas 9 K-13 tentang Pewarisan Sifat. Terimakasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat.
Rangkuman Materi IPA SMP/MTs Kelas 9 Kurikulum 2013 Tentang Pewaris Sifat Rangkuman Materi IPA SMP/MTs Kelas 9 Kurikulum 2013 Tentang Pewaris Sifat Reviewed by My Profile on 6:57 AM Rating: 5

No comments:

Note: Only a member of this blog may post a comment.

Powered by Blogger.